Abgerundetes Rechteck: The Colibri
( Colibri-Nya Yesus )

   

  

  

 


B u r u n g    C o l i b r i

Hidup di Amerika Selatan, dan burung Colibri adalah burung yang hidup hanya dari madu murni dari bunga-bunga dan merupakan jenis burung yang terkecil di muka bumi; panjang tubuhnya tidak lebih dari 3 cm, sementara paruhnya sendiri memiliki panjang yang serupa…. 

Seekor Colibri terbang mendekati sekuntum bunga berwarna-warni. Naluri Colibri itu menyatakan bahwa warna-warni bunga itu menjanjikan adanya madu, atau ‘nectar’, satu-satunya zat yang sesuai bagi kehidupan burung Colibri. Tiba pada sasaran-nya, burung tadi tidak menghinggapi kuntum bunga itu, tetapi ‘bergelayutan’ di udara, mengandalkan sayap-sayap mungil, namun kuat, mengepak ratusan kali setiap menit. Ruarrr biasa! Paruhnya diselusupkannya ke dalam kuntum bunga itu, menyelinap di antara benang-benang sari ke sasarannya: putik bunga yang berisi madu murni! 

Tidak perduli lagi Colibri itu akan daun-daun bunga yang berwarna-warni itu. Tak perduli dia akan benang-benang sari yang berayun-ayun menggelitik paruhnya dan wajahnya. Tidak perduli dia, bahwa kehadirannya sudah dimanfaatkan oleh pihak lain: membuat tepung-sari berpelantingan, menyerbuki putik di tengah bunga…. Colibri memusatkan perhatiannya kepada urusan satu-satunya: menghirup nectar-kehidupan! Bahkan dia tidak terganggu oleh terpaan angin pada tubuhnya. Dalam menghadapi terpaan angin, Colibri tidak mengandalkan daun-daun bunga untuk landasannya berpijak; dia mengandalkan tenaga-kehidupannya: kepakan sayap-kecil, namun penuh tenaga, mengepak ratusan kali setiap menit. Sungguh luar biasa!  

 

 

Colibri-Nya Yesus Kristus

 

SAUDARA YAN TERKASIH, perilaku kehidupan burung Colibri menggambarkan dengan tepat dan indah: perilaku kehidupan murid Yesus, atau Kaum Injili, kaum yang dirindukan oleh Yesus Kristus, ‘Colibri’Nya Yesus… 

Pada awalnya, ‘Colibri’(-Nya Yesus) menyimak adanya warna-warni khotbah, pengajaran, dan membaca Kitab-kitab di dalam Bible. Semua hal itu adalah ‘daun-bunga yang berwarna-warni’, aneka-warna pengajaran dari luar Alkitab (Ilmu Sekunder) dianggap kebenaran, harus ditaati! ‘Benang-sari’ menggambarkan keindahan kisah dan kehalusan sastra dalam banyak tulisan agamawi {Taurat-Musa beserta Kitab para Nabi, Kitab dan Surat dalam Perjanjian Baru, bahkan juga Al Qur’aan}, semua dianggap kebenaran pengajaran tentang TUHAN. ‘Tepung-sari’ menggambarkan keindahan syair-demi-syair, kata-demi-kata yang indah-indah, disajikan dalam Kitab-kitab pegangan Agamawi. Dan ‘putik-bunga’, yakni pusat dari bunga, yang mengandung madu, dan akan menjadi buah, adalah pusat kebenaran! 

Dari ‘semua kebenaaran’ yang diyakini manusia umumnya, ‘Colibri’Nya Yesus mengamati adanya suatu ‘putik-bunga’, ‘pusat kebenaran’, boleh juga disebut ‘kebenaran mutlak’, yang di’claim’ oleh Yesus, sebagai diriNya sendiri, nyata dalam sabdaNya [Yoh.14:6]: “Aku adalah jalan dan kebenaran dan hidup…”, suatu ‘claim’ yang tidak ada tokoh lain berani mengeluarkannya! Berarti di luar Yesus, tidak terjamin diperoleh kebenaran; mungkin benar mungkin salah! 

Dari Tokoh Kebenaran memancar keluar kebenaran-kebenaran, dalam bentuk Sabda Kebenaran Yesus, jaminan hidup-kekal bagi penganut dan pelaku Sabda Kebenaran itu. Jaminan ini dikemukakan oleh Yesus sendiri dalam Mat.7:24 dan Yoh.6:63… 

Mat.7:24: ”Setiap orang yang mendengarkan perkataanKu dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu…”

{Yesus tidak mengatakan: Setiap orang yang melakukan Firman Tuhan, melainkan yang mendengarkan dan melakukan perkataanKu. Jadi, mereka yang menyimak dan melakukan Sabda Kebenaran yang dikeluarkanNya dari mulutNya semasa Ia tampil sebagai Anak Manusia di bumi ini}. 

Yoh.6:63: “…Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup…”   

Yoh.5:24; Yoh.6:68; Mat.24:35; Ko.3:16; 1Tim.6:3; dll.; (Tidak dikutip),

Claim Yesus ini menunjukkan wibawa-perkataan yang Yesus ucapkan dari mulutNya, dalam penampilanNya selaku Anak-Manusia, bukan menunjuk kepada catatan-catatan lain di dalam Alkitab! 

Perkataan-perkataan Yesus adalah pusat kebenaran. Ini diamati, lalu diimani olehColibri’Nya Yesus. Dan perkataan-perkataanNya yang dilaksanakan oleh pengikutNya [sesuai dengan Mat.7:24 &Yoh.6:63] menjadi sumber kehidupan(-kekal) atau ‘nectar kehidupan’ pengikut Yesus. Semua ini selaras dengan ‘claim’ Yesus: “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup…” [Yoh.14:6]. 

Pengajaran Yesus, yang berangkat dari pikiran Kristus, itulah yang harus disimak, dan diimani/dilaksanakan oleh ‘Colibri’Nya Yesus (murid Yesus atau Kaum Injili). Wajarlah, Rasul Paulus menyatakan [2Kor.10:3-6]: Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Theos, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merobohkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Theos. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus…

 

COLIBRI KECIL,  adalah makhluk yang sangat kecil, tampil tidak berdaya, seolah-olah tidak berarti; namun ia memilih nafkah-kehidupan yang istimewa: madu-murni. Seperti itulah KAUM INJILI, yang: (1)kekuatannya sedikit, namun (2)hidup ber-pusatkan firman Yesus yang murni dan (3)tidak menyangkal nama Yesus (satu nama itu cukup untuk jaminan hidup-kekal [Kis.4:12]!)… 

Why.3:8; Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firmanKu dan tidak menyangkali namaKu.

{Memang sedikit jumlah Kaum Injili, seolah-olah tidak berarti, namun mereka berusaha mentaati Sabda Yesus serta tidak mengizinkan nama Yesus (nama yang menyelamatkan diri mereka), disaingi oleh nama-nama lain!} 

COLIBRI-KECIL adalah gambaran KAUM INJILI, yang hanya menginginkan makanan-rohani-murni, sumber kehidupan(-kekal) mereka, yakni Sabda Kebenaran yang murni yang Yesus ucapkan dan pengajaran yang keluar dari mulutNya sendiri! Kemudian dilaksanakan secara tekun oleh Kaum Injili! 

COLIBRI-KECIL yang menghirup madu-murni, nafkah kehidupannya, tidak mau direpotkan oleh warna-warni daun-bunga, demikian juga KAUM INJILI, yang menghirup ‘nectar-kehidupan-kekal’, yakni Sabda KebenaranNya Yesus dan pelaksanaannya. Mereka tidak repot-repot merenung-renungkan pelbagai pengajaran lain, baik yang disampaikan oleh Muhammad, oleh Musa dan nabi-nabi lainnya, kendati bermake-up-kan istilah “Kitab Suci”! Sebab Sabda Yesus dan pelaksanaannya cukup untuk menjamin kehidupan-kekal mereka! {Lebih lagi tidak ambil pusing mereka dengan pengajaran-pengajaran leluhur, termasuk takhyul, pantangan, aturan-aturan tradisi leluhur, dsb, yang semuanya berasal dari sembahan-sembahan leluhur (Debata, Lowalangi, Allah, dll.), tokoh-tokoh sembahan yang sejak zaman Perjanjian Lama sajapun telah dipantangkan oleh umat Yahudi}…

1Taw.16:26; Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala…

Debata, Dibata, Lowalangi, Naibata, Jubata, dsb. Adalah alllah bangsa-bangsa, bukan?

Dan Allah adalah allah/berhalanya bangsa Arab! Semuanya hanya berhala!

COLIBRI-KECIL, sementara menghirup madu kehidupan, tidak mau repot-repot memperhatikan warna-warni daun-bunga. Demikian juga KAUM INJILI, begitu mulai menghirupNectar-kehidupan-kekal’, yakni Sabda KebenaranNya Yesus dan pelaksanaannya, mereka tidak mau repot-repot menyimak pengajaran-pengajaran asing, kendati bermake-up-kan kerohanian (Filsafat, Psikologi, Anthropology, Archeology, Ilmu Bahasa, Theology) dan di’dongkrak’ oleh titel-kesarjanaan. Sebab Sabda Kebenaran Yesus dan pelaksanaannya cukup bagi mereka. Mulialah Yesus Kristus! 

COLIBRI-KECIL tidak perduli akan benang-sari. Padahal untuk makhluk lain, benang sari terlihat begitu indah, gemulai melambai-lambai! Begitu pulalah KAUM INJILI, mereka tidak perduli akan keindahan kisah dan kehalusan sastra dalam banyak tulisan agamawi! Biarlah hal-hal itu dinikmati olehmakhluk-makhluk’; Kaum Injili cukup puas dengan ‘nectar’-kehidupan-kekal di dalam Sabda Kebenaran Yesus Kristus, dan pelaksanaannya. Mulialah Yesus Kristus! 

COLIBRI-KECIL juga tidak perduli akan tepung-sari, padahal bagi makhluk lain (lebah, semut, dll.) itu adalah nafkah kehidupan! Seperti itulah KAUM INJILI, mereka tidak merepotkan diri dengan keindahan syair-demi-syair, kata-demi-kata yang indah-indah, disajikan dalam Kitab-kitab pegangan Agamawi dan Theologia; biarlah semua itu bagi ‘makhluk-makhluk lain’ yang sibuk merenungkan dan mengkhotbahkannya dari mimbar-mimbar, menjadi jalan beroleh nafkah! Juga menjadi kemuliaan bagi mereka! 

COLIBRI-KECIL juga tidak perduli kalau ia sudah dimanfaatkan pihak lain: burung Colibri menjadi sarana untuk terjadinya penyerbukan putik bunga, yang pada waktunya akan menjadi buah! KAUM INJILI merasa sejahtera saja jika ia dimanfaatkan oleh pihak lain, Pemilik Nectar-kehidupan-kekal (Yesus), untuk memperluas KerajaanNya! Memang, Kaum Injililah yang sibuk memperluas Kerajaan Sorga, milik Yesus Kristus itu! {Bahkan Kaum Injili akan tulus saja melayani orang-orang susah dan kaum yang tersisihkan dari masyarakat [ingat Mat.25:31-46], kendati mungkin mereka sudah disalah-gunakan oleh orang-orang itu… Mulialah Yesus Kristus!} 

COLIBRI-KECIL bahkan tidak terganggu oleh terpaan angin, padahal keadaannya sedang krisis: ‘bergelayutan’ di udara sewaktu menghisap madu-kehidupannya. Colibri tidak gentar, tidak mencari pijakan pada daun-daun bunga di dekatnya. Tidak juga ia bersembunyi di balik bunga itu. Terpaan angin ditanggulangi oleh Colibri dengan mengandalkan kepak-sayapnya yang kuat dan cepat, ratusan kali setiap menit (Tak ada burung lain yang menyamai kecepatan kepak sayap burung Colibri!). Colibri mengandalkan kuasa-kehidupannya untuk menahankan terpaan yang mengganggu dan yang mengancam keselamatannya. Dan kuasa kehidupan Colibri itu diperolehnya dari madu-murni yang dihirupnya! Mulialah Yang Mahapencipta! Demikian halnya dengan KAUM INJILI, mereka tidak mengandalkan pengajaran-asing menjadi landasan iman! Kendati ada ancaman dari masyarakat di sekeliling-nya, Kaum Injili mengandalkan ‘nectar-kehidupan’ yang sudah diperoleh dari Sabda Kebenaran Yesus. Mereka bertahan dalam tekanan (dituduh bukan Kristen), atau hujatan (dicap ”Sesat!”), atau pemecatan (dari Gereja) atau penghakiman (menginjil dianggap melanggar undang-undang negara), bahkan dieksekusi (masuk penjara)! Di sepanjang sejarah dunia, Kaum Injili bahkan menghadapi ancaman maut dengan hati penuh sejahtera, karena kehidupan-kekal mereka sudah terjamin di dalam Yesus, bukan oleh pengajaran-pengajaran agamawi atau gerejawi.

 

SATU PERBEDAAN MENDASAR

....di antara burung Colibri dengan Kaum Injili penting dicatat. BURUNG COLIBRI mengalami rentetan peristiwa: melihat dari jauh warna-warni bunga, mendekat, ‘bergelayutan’ di udara, mengisap madu-murni, untuk kemudian mencari sasaran lain. Rentetan peristiwa itu berulang-ulang dialami; ratusan, bahkan ribuan kali terjadi di sepanjang hidupnya! KAUM INJILI menjalani rentetan peristiwa yang serupa, tetapi satu kali saja seumur hidupnya. Dimulai oleh ketertarikan seseorang akan Agama atau ketertarikan akan hal-hal rohani melalui pendengaran atau pembacaan, pada waktunya orang itu berkenalan dengan Yesus sendiri, sumber air-kehidupan (‘nectar-murni’), lalu ia akan sibuk menghirup madu-murni kehidupan-nya (Inilah pengalaman pribadi bersama Yesus!). Sebagian orang masih terpikat/terikat oleh perkara-perkara sampingan, sebagian kecil saja yang menyibukkan diri menghirupnectar-kehidupan’, begitu nikmatnya sehingga tidak (ingin) keluar lagi dari sumber kehidupan itu.

KAUM INJILI, ditinjau dari bentuk kehidupan mereka, tiada berkeputusan menghirup ‘nectar-kehidupan’, ini berarti terus-menerus mereka ‘bergelayutan’ di udara, terus-menerus dalam situasi yang kritis! Kaum Injili-lah yang tiada berkeputusan menghirupnectar-kehidupan’, seraya tiada berkeputusan menjalani krisis kehidupan, bagi kemuliaan Yesus Kristus! Karena Kaum Injili terus-menerus beroleh pasokannectar-kehidupan’ dari sumber yang tiada habisnya (Yesus Kristus!), maka Kaum Injili dapat bertahan berlama-lama, terus-menerus ‘mengepakkan sayap’nya beratus kali setiap menit. Mulialah Tuhan Yesus Kristus! 

KAUM INJILI tidak mau tampil lebih bodoh daripada Colibri. Mereka tidak mengizinkan diri terpecah-konsentrasi dari pekerjaan-utama mereka:  (1) menghirup keselamatan dari Yesus serta (2) mengerjakan keselamatan mereka.... 

Flp.2:12; Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir...    

KAUM INJILI menyadari sungguh, bahwa keselamatan sudah mereka peroleh secara cuma-cuma melalui pengorbananNYa Yesus. Namun  tidak terhenti sampai di sana. Masih ada urusan yang menyusul: mengerjakan keselamatan (istilah rasul Paulus). Selaras dengan kerangka-berpikir Yesus: bertobat serta penebusan diperoleh secara cuma-cuma (Perintah Pertama dari Yesus), namun segera diikuti oleh Perintah Kedua Yesus: jadilah penjala manusia! 

Mat.4:17, segera diikuti Mat.4:19:  17 Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.”

19 Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 

Sungguh, KAUM INJILI senantiasa memusatkan kehidupannya kepada dua perkara utama: Bertobat dan menjala manusia. Kaum Injili tidak mau direpotkan oleh segala macam angin-pengajaran [Ef.4:14] yang akan mengombang-ambingkan iman, menyimpangkan pandangan dari Yesus. Kaum Injili tidak mau menjadi lebih bodoh dari burung Colibri, makhluk kecil yang bermartabat jauh di bawah manusia. Mulialah Yesus Kristus selama-lamanya!

 

¯ œ