Matius 613

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah namaMu, <10> Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. <11> Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, <12> dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; <13> dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Suatu doa yang sederhana, namun sangat efektif, kalau saja yang berdoa mengerti apa yang dimintanya! Kita mengetahui suatu permintaan hanya layak dikabulkan bilamana yang meminta itu mengerti apa yang dimintanya. Bukankah permintaan agar dicarikan jodoh, yang diajukan seorang anak berusia lima tahun akan ditolak oleh orangtuanya, bahkan akan menjadi bahan tertawaan? Begitu pula halnya kita, di dalam meminta kepada Bapa Sorgawi, perlu kita memahami sungguh apa yang kita minta, agar tidak menjadi tertawaan Iblis! Sadarkah anda berapa ribu kali kita sudah dicemooh Iblis karena mengajukan permohonan yang tidak dimengerti?

Matius 613

Yesus Kristus tetap sama, kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya

Ibr.13:8, yang menjadi judul traktat ini memberi salah satu ciri tentang Yesus Kristus yang membawa Injil Keselamatan. Ayat yang berikut [Ibr.13:9] mencatat:

Janganlah kamu disesatkan

oleh berbagai-bagai ajaran asing.

Jelaslah, salah satu tujuan ayat Ibr.13:8-9 adalah untuk mewaspadakan pengikut Yesus agar menyadari bahwa Yesus Kristus yang tetap sama itu, tidak akan mengubah ajaran-ajaranNya di sepanjang zaman! Setiap ajaran yang menyimpang dari sabda Yesus berarti ajaran asing, yang harus tegas ditolak!

Ini selaras dengan peringatan Yesus bahwa akan datang Mesias-mesias palsu [Mat.24:23-24], yang akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat,

“…sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesat-kan orang-orang pilihan juga…”!

Rasul Pauluspun megingatkan [2Tes.2:3]:

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad…

Pembaca yang terkasih, anda tentu tidak ingin murtad, bukan? Maka hindarkanlah diri anda dari pelbagai penyesatan.

Traktat ini memberi contoh bagaimana suatu penye-satan sedang berlangsung ditelanjangi, ditandingkan dengan sabda Yesus sendiri, yang jelas tercatat dalam rekaman Injil, demi menghindarkan anda dari penyesatan yang mungkin membinasakan!

Yesus Kristus tetap sama, kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya (PDF)

Buku Panduan: Memasuki Kerajaan Sorga Di Bumi

Pembaca yang saya kasihi;
saudara sedang memegang sebuah Buku Panduan yang akan meningkatkan spiritualitas kehidupan anda. Dampaknya mungkin jauh lebih menguntungkan dari buku-buku yang pernah anda baca, sebab saudara akan dipandu memasuki Kerajaan Sorga sejak masih hidup di bumi ini. Gagasan ini sajapun mungkin membangkitkan teka-teki bagi saudara, tetapi jika anda dengan tulus hati membacanya, segala teka-teki itu akan menjadi jelas kelak.
Pada pihak lain, jika saudara tidak bersungguh-sungguh haus akan kebenaran Kristus, serta membacanya tidak dalam ketulusan, maka pembacaan Buku Panduan ini mungkin berdampak merugikan
Jika, saya ulangi, jika, saudara menganggap sudah memiliki kebenaran yang sungguh, lalu saudara tidak ingin digoyahkan dari kebenaran saudara, disarankan agar saudara tidak usah melanjutkan membaca Buku ini. Sebab Buku Panduan ini, sesuai namanya, hanya berguna bagi mereka yang dengan rendah hati mau memasuki kebenaran Injil Yesus Kristus yang akan disampaikan oleh Buku Panduan ini.
Buku Panduan ini akan menyingkapkan kepada Pembaca beragam misteri dari Injil Kerajaan Sorga, yang sangat boleh jadi belum pernah saudara dengar atau bayangkan.

Buku Panduan: Memasuki Kerajaan Sorga Di Bumi (PDF: ~2.5 MB)

Satu Batu Karang

Pembaca yang dikasihi oleh Yesus Kristus, pernahkah anda merasakan „kasih yang semula‟? Bacalah Why.2:4. Dalam kasih dan sukacita sedemikianlah Penulis senantiasa ingin memuliakan Yesus setinggi-tingginya. Maka pada waktu saya membaca rekaman ucapan Yesus dalam Yoh.8:58 dalam versi bahasa Inggris, suatu pikiran menerpa masuk, mengingatkan saya kepada pertemuan Musa dengan satu Tokoh [Kel.3:14] di semak belukar yang bernyala-nyala namun tidak terbakar. Di bawah ini perbandingan isi kedua bagian Bible itu:

Kel.3:14: And God said unto Moses, I AM THAT I AM…(Ibrani: YHWH); Yoh.8:58: Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I AM.

Dan Yoh.8:59 (versi Indonesia) mencatat: Lalu mereka (orang-orang Yahudi) mengambil batu untuk melempari Dia, tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Theos (Note:Ramai polemik mengenai istilah „Allah‟, maka di sini digunakan istilah „netral‟, yakni „Theos‟, istilah dalam Perj. Baru berbahasa asli: Yunani). Penulis dapat mengerti itikad orang-orang Yahudi itu, yang menganggap Yesus mempersamakan diri dengan Yang Maha Pencipta, yang ditemui Musa di semak belukar itu. Apa benar yang Musa temui di semak belukar itu YMPencipta? Apakah benar TokohYesus (dengan nama lain) yang bertemu Musa di semak belukar itu? Ternyata banyak pakar Theologia menganut paham yang serupa: Yesus adalah YHWH yang ditemui Musa itu. Tidak kurang dari tuan Jay P. Green, Penterjemah dan Editor untuk „The Interlinear Bible‟ dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Inggris, diterbitkan oleh Baker Book House, Grand Rapid, Mi.49506, dalam Kata Peng-antarnya (hlm.vi) mencatat:

…. In certain places (e.g., John 8:59) the Greek words for I am were capitalized, I AM. It is our conviction that in these places Jesus identified Himself as Jehovah (cf. Exod. 3:14-15).

Bhs. Indonesia: Dalam bagian-bagian tertentu (mis. Yoh.8:59) istilah Yunani untuk „I am‟ ditulis dalam huruf besar: „I AM‟. Adalah keyakinan kami bahwa dalam bagian-bagian itu Yesus menyatakan diriNya adalah Yehovah (lih. Kel.3:14-15).

Anehnya: Mr. Green keliru mencantumkan John 8:59, yang seharusnya 8:58! Keyakinan penterjemah ini dianut juga oleh banyak guru Kristiani di Indonesia. Namun yang terpenting dalam urusan ini bukanlah keyakinan manusia, melainkan: Apa kata Yesus?

Satu Batu Karang (PDF)

Lagi-Lagi, Soal Dominasi

Suatu hari di bulan Agustus 2008, Penulis menerima SMS (pesan singkat melalui telepon seluler) dari seorang ibu, Htd Sga, yang bertempat tinggal di Medan, isinya: “…apakah kenal seorang pengacara yang jujur dan punya hati nurani di Medan?”. Ibu ini mengetahui persis bahwa Penulis memiliki latar belakang pendidikan hukum, sehingga beliau berpikir tentunya saya punya kenalan pengacara. Saya bertanya dalam hati, buat apa ibu ini butuh seorang pengacara, apalagi dengan embel-embel „jujur‟ dan „punya hati nurani‟. Lalu saya tanyakan: “…kalau boleh tahu, kenapa membutuhkan pengacara?” dan beroleh jawaban: “…masalahnya berat, saya digugat cerai suami saya.” Saya kaget atas jawaban ini, karena saya tahu pasangan ini berasal dari keluarga kristiani dan hidup bersama suami dan anak-anaknya dalam kehidupan kristiani, bahkan kedua suami-istri ini berpendidikan tinggi dari luar negeri, dan kehidupan ekonominya sangat baik. Saya tidak mau „salah langkah‟ dengan latah menyebutkan beberapa nama pengacara.

Batin saya bertanya lagi, apakah mereka pernah membaca atau melupakan sabda Yesus dalam Matius 19:6, bahwa apa yang telah dipersatukan TUHAN, tidak boleh diceraikan manusia? Tidakkah ada pengampunan dalam rumah tangga itu? Sejauh mana pengenalan suaminya akan TUHAN, sehingga ia „tega‟ menggugat istrinya cerai? Lalu saya menjawab ibu itu lagi: “Saya kenal seorang „pengacara‟ yang dapat membantu, namanya Yesus. Mintalah pertolongan pada-Nya…” Saya tidak tahu sejauh mana SMS yang saya kirim tersebut dapat menyadarkan atau membantunya.

Lagi-Lagi, Soal Dominasi (PDF)

Lift Up The Name of Yhwh

Every faithful Bible reader must surely know that in Exod.3:1-15 Moses recorded his encounter with the Person in the bush which was burned with fire but not consumed [Exod.3:2]. In that encounter, the Person told Moses to acknowledge the Israelites that ‘YHWH’ has sent Moses to bring the Israelites out of Egypt. ‘YHWH’, wrote Moses, without syllables, hence can not be pronounced.

Since that time on, ‘YHWH’ was considered the name of the Most High by the Israelites. To the present times, they lift high and sanctify the name ‘YHWH’ (which is unpronounceable), and in order to worship that Person in prayers, that they chose and applied other (pronounceable) names to their Deity, such as Adonai, Yahweh, Jehovah, etc. with whatever reasons in their minds.

Now a critical question arises: Is it lawful to call and worship the Israelite’s Deity with ‘Yahweh’ or ‘Jehovah’ names in place of the unpronounceable name ‘YHWH’? This question must be answered from the point of view of Moses, since Moses was the only man who encountered the Person and (probably) heard Him pronounced ‘YHWH”!

Lawful or not, Jesus who came down from heaven from the bosom of His Father [John 1:18] knew better. Jesus warned the Israelites in John 5:45 that “…there is one that accuseth you, even Moses, in whom ye trust.” Moses will be your accuser, you, who pronounce the unpronounceable name.

If we are to be the faithful followers of Moses, then we have to worship ‘YHWH’ (in an unpronounceable way), and we are not to worship Yahweh or Jehovah, which was not taught by Moses! Whosoever call and worship ‘Jehovah’ or ‘Yahweh’ (etc.) which are not acknowledged by Moses, he will consider them to have been drifted away from Moses’ teaching! Moses will accuse you: “Heresy!”

Lift Up The Name of Yhwh (PDF)

Yhwh, Yesus atau Allah?

Bacaan khusus bagi Para Pendeta Kristen.

Saudara-Saudara yang rajin menelaah Agama-agama, tentu mengetahui hadirnya 3-Agama-Semawi di bumi ini. Dan setiap Agama Semawi mengaku menyembah Satu Tuhan (Monotheisme). Selanjutnya, setiap Agama Semawi memiliki Satu Kitab Pegangan masing-masing, yang dianggap Kitab Suci . Dalam urutan pemunculannya dalam sejarah:

  •  Agama Yahudi memegang Kitab-kitab-Musa (Torah), yang memperkenalkan nama YHWH dianggap Yang Maha Tinggi;
  •  Agama Kristen memegang Kitab Perjanjian Baru, berintikan Rekaman Injil (Matius-Markus-Lukas-Yohanes), yang memperkenalkan nama Yesus, Yang menyandang sebagian dari Roh Yang Maha Tinggi; (di dalam Al Quraan direkam dalam logat yang berbeda: Isa).
  •  Agama Islam memegang Kitab Sucinya: Al Quraan, yang memperkenalkan nama Allah, dianggap Yang Maha Tinggi.

Yang paling berkompeten „berbicara‟ dan mengajar tentang Sesembah-an yang bersangkutan, tentu Kitab Suci masing-masing, bukannya Kitab Sejarah atau Pendapat para Ahli! Maka tulisan ini menunjukkan perbedaan ketiga Tokoh itu berdasarkan Tulisan-tulisan yang paling berkompeten itu, Kitab Suci masing-masing, yang harus ditaati, seraya mengabaikan yang lain. Dalam logat umat Muslim:
Kitab Sucimu untukmu, Kitab Suciku untukku!

Yhwh, Yesus atau Allah? (PDF)

Dikala Yesus Menolak Yahweh…

….tentu muridYesus bersikap seperti Rasul Paulus [2Kor.10:5]:
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Yang Maha Pencipta (YMP). Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,…”

Dikala Yesus Menolak Yahweh… (PDF)

Yesus Kristus, Terang Dunia!

Yes.60:1-2 adalah pandangan jauh ke depan mengenai apa yang TUHAN kehendaki terjadi di masa mendatang. Sayangnya ada sedikit kelemahan penterjemahan ke dalam bahasa Indonesia, nampak bila dibandingkan dengan Bible berbahasa Inggris (KJV), di bawahnya. Perkataan di dalam tanda-() adalah perbaikan penterjemahan yang dilakukan, selaras dengan ketajaman pernyataan-pernyataan dalam bahasa Inggris..

[1] Bangkitlah, menjadi teranglah (bersinarlah), sebab terangmu datang,
dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

[2] Sebab sesungguhnya (lihatlah), kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman (gelap-pekat) menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata (akan nampak) atasmu.

[1] Arise, shine; for thy light is come, and the glory of the LORD is risen
upon thee.

[2] For, behold, the darkness shall cover the earth, and gross darkness
the people: but the LORD shall arise upon thee, and his glory shall
be seen
upon thee.

Yesus Kristus, Terang Dunia! (PDF)

Yesus, Raja Maha Esa!

Suatu hari, seorang Kristen mengalami kebingungan ketika menjawab pertanyaan dari seorang Muslim: “Tuhan orang Kristen ada tiga, ya?!”. Meski geram karena „dituduh‟ memiliki „tiga‟ Tuhan, namun orang Kristen tersebut tetap sulit untuk menjawab pertanyaan tadi secara tegas dan singkat untuk meyakinkan orang Muslim tadi bahwa sesungguhnya Tuhannya adalah Esa adanya. Kebanyakan orang Kristen merasa terikat dan tak berdaya untuk menjawab pertanyaan di atas tadi karena sulitnya menjelaskan dogma „trinitas‟, yakni „Tuhan Bapa, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh Kudus‟ yang merupakan „tiga pribadi namun satu‟. Dogma yang sudah sedemikian lama membatin di dalam kehidupan pemimpin dan umat agama Kristen. Langsung atau tidak, ketidakmengertian dalam menjelaskan ke-Esa-an Yesus pada kasus di atas akan berdampak terhadap penginjilan yang dilakukan kepada orang-orang yang membutuhkan keselamatan.

Pembaca budiman, Buku ini akan menjelaskan kepada Saudara ke-Esa-an Yesus sebagai Raja dan Juruselamat manusia, dari sudut pandang atau wawasan Injil Kerajaan Sorga yang diberitakan Yesus [Mat.9:35], bukan dari sudut pandang atau wawasan agama (Kristen).

Yesus, Raja Maha Esa! (PDF)