Menderita Namun Berkemenangan

Saudara yang terkasih, yang sedang bergumul, menderita sakit; doa kami beserta dengan saudara…
Tidak ada gunanya anda berputus asa karena penyakit yang anda derita; hal itu hanya akan memuaskan hati si Iblis, yang sedang menggocoh anda. Keputus-asaan anda akan membuat duka-hati Tuhan Yesus, yang menginginkan anda berkemenangan atas gocohan Iblis yang anda derita!
Saran kami, jadikanlah buku-kecil ini bacaan dan pegangan berdoa setiap hari. Sekurang-kurang-nya anda baca dan doakan seluruh buku ini satu kali setiap hari.
Bersama dengan santapan rohani lain yang anda peroleh dari Bibel, anda akan beroleh damai-sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus, bahkan dapat lah anda berkemenangan bersama Yesus!
Salam sejahtera di dalam kasih Yesus; AMIN.

Menderita Namun Berkemenangan (PDF)

Surat Terbuka kepada Seorang Saksi Yehovah

Saksi Yehovah yang terhormat, Terima kasih atas kunjungan anda menyampaikan literatur Saksi Yehovah. Orang yang tidak mengenal Tuhan, pasti ada yang langsung membanting pintu. Tetapi saya gembira anda mampir. Saya tertarik akan perkara-perkara rohani dan suka membagikan kebenaran Alkitab pada orang lain.
Perkenankan saya membagikan hal-hal penting tentang Alkitab. Secara tertulis, agar anda dapat mempelajarinya secara hati-hati dan (saya percaya) lebih obyektif.

Surat Terbuka kepada Seorang Saksi Yehovah

BAB 4: Pandangan INJIL terhadap UPACARA ADAT BATAK

Panggilan Tuhan merupakan salah satu dasar yang sangat penting dalam menyikapi masalah upacara adat. Pengertian akan panggilan Tuhan akan memberikan dasar yang lebih kokoh dan Alkitabiah, untuk mengerti siapakah yang dimaksud dengan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, dan apakah yang dikehendaki-Nya untuk dilakukan oleh mereka yang percaya? Alkitab menceritakan berbagai panggilan yang Tuhan berikan kepda banyak orang sepanjang abad. Panggilan Tuhan dapat dibedalan atas dua jenis, yaitu: Panggilan umum dan panggilan khusus. Panggilan umum diberikan oleh Tuhan kepda semua orang, tidak didasarkan perbedaan suku bangsa, ras, agama, golongan, pendidikan dan lain-lain, misalnya adalah pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil merupakan panggilan umum kepada seluruh manusia, supaya bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. Panggilan ini harus disampaikan ke seluruh dunia. Pada saat panggilan ini diberitakan, tidak dijamin bahwa semua orang yang telah mendengarkannya akan bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Pandangan INJIL terhadap UPACARA ADAT BATAK 4 (PDF)

Colibri

Hidup di Amerika Selatan, dan burung Colibri adalah burung yang hidup hanya dari madu murni dari bunga-bunga dan merupakan jenis burung yang terkecil di muka bumi; panjang tubuhnya tidak lebih dari 3 cm, sementara paruhnya sendiri memiliki panjang yang serupa…. Seekor Colibri terbang mendekati sekuntum bunga berwarna-warni. Naluri Colibri itu menyatakan bahwa warna-warni bunga itu menjanjikan adanya madu, atau ‘nectar’, satu-satunya zat yang sesuai bagi kehidupan burung Colibri. Tiba pada sasaran-nya, burung tadi tidak menghinggapi kuntum bunga itu, tetapi ‘bergelayutan’ di udara, mengandalkan sayap-sayap mungil, namun kuat, mengepak ratusan kali setiap menit. Ruarrr biasa! Paruhnya diselusupkannya ke dalam kuntum bunga itu, menyelinap di antara benang-benang sari ke sasarannya: putik bunga yang berisi madu murni! Tidak perduli lagi Colibri itu akan daun-daun bunga yang berwarna-warni itu. Tak perduli dia akan benang-benang sari yang berayun-ayun menggelitik paruhnya dan wajahnya. Tidak perduli dia, bahwa kehadirannya sudah dimanfaatkan oleh pihak lain: membuat tepung-sari berpelantingan, menyerbuki putik di tengah bunga…. Colibri memusatkan perhatiannya kepada urusan satu-satunya: menghirup nectar-kehidupan! Bahkan dia tidak terganggu oleh terpaan angin pada tubuhnya. Dalam menghadapi terpaan angin, Colibri tidak mengandalkan daun-daun bunga untuk landasannya berpijak; dia mengandalkan tenaga-kehidupannya: kepakan sayap-kecil, namun penuh tenaga, mengepak ratusan kali setiap menit. Sungguh luar biasa!

Colibri

Debata?

Berdasarkan hasil penelitian Kontelir G. J.J. Deutz (1872) terhadap batu tertulis yang didapati di Lobu Tua dekat Kota Barus (Tapanuli Tengah), yang isinya baru dapat dibaca pada tahun 1932 oleh Prof. Nilakantisastri mengatakan bahwa: Pada tahun ±1088 M ada 1500 orang Tamil dari India Selatan bertempat tinggal di Barus. Mereka membentuk kesatuan perdagangan (Gilde) untuk mencegah persaingan sesama mereka dalam dagang kapur barus dan kemenyan. [1] Orang-orang India masuk ke Tanah Batak melalui kota Barus (Baros) dan Tapanuli Selatan yang pada waktu itu merupakan kota perniagaan yang sangat penting dalam perdagangan gading badak, gading gajah, kapur barus, kemenyan, emas, dsb. Untuk memperlancar dan mempermudah penyaluran barang-barang dagangan ke luar negeri, mereka membentuk kongsi perdagangan (Gilde) dan sekaligus mendirikan sebuah perkampungan di daerah Barus. Diketahui bahwa orang-orang India Selatan ini datang dari daerah Cola, Pandya, Malayalam, dsb. Mereka dari turunan-turunan orang Tamil yang kemudian hari tinggal menetap di Barus dan Kalasan. Lambat laun sebagian dari mereka mulai masuk ke daerah pedalaman Tapanuli dan melakukan kontak dengan penduduk yang ada di sana. Mungkin karena putus hubungan dengan tanah airnya India, mereka terlebur ke dalam suku bangsa Batak. Dapat dipastikan, bahwa sebagian dari marga Sembiring adalah keturunan mereka; teristimewa yang nama-nama marganya menunjukkan asalnya yaitu: Colia, Pandia, Pelawi, Meliala, juga Brahmana dan Keling.[2]

Debata?

Lift Up The Name of Yhwh

Every faithful Bible reader must surely know that in Exod.3:1-15 Moses recorded his encounter with the Person in the bush which was burned with fire but not consumed [Exod.3:2]. In that encounter, the Person told Moses to acknowledge the Israelites that ‘YHWH’ has sent Moses to bring the Israelites out of Egypt. ‘YHWH’, wrote Moses, without syllables, hence can not be pronounced.

Since that time on, ‘YHWH’ was considered the name of the Most High by the Israelites. To the present times, they lift high and sanctify the name ‘YHWH’ (which is unpronounceable), and in order to worship that Person in prayers, that they chose and applied other (pronounceable) names to their Deity, such as Adonai, Yahweh, Jehovah, etc. with whatever reasons in their minds.

Now a critical question arises: Is it lawful to call and worship the Israelite’s Deity with ‘Yahweh’ or ‘Jehovah’ names in place of the unpronounceable name ‘YHWH’? This question must be answered from the point of view of Moses, since Moses was the only man who encountered the Person and (probably) heard Him pronounced ‘YHWH”!

Lawful or not, Jesus who came down from heaven from the bosom of His Father [John 1:18] knew better. Jesus warned the Israelites in John 5:45 that “…there is one that accuseth you, even Moses, in whom ye trust.” Moses will be your accuser, you, who pronounce the unpronounceable name.

If we are to be the faithful followers of Moses, then we have to worship ‘YHWH’ (in an unpronounceable way), and we are not to worship Yahweh or Jehovah, which was not taught by Moses! Whosoever call and worship ‘Jehovah’ or ‘Yahweh’ (etc.) which are not acknowledged by Moses, he will consider them to have been drifted away from Moses’ teaching! Moses will accuse you: “Heresy!”

Lift Up The Name of Yhwh (PDF)

Yhwh, Yesus atau Allah?

Bacaan khusus bagi Para Pendeta Kristen.

Saudara-Saudara yang rajin menelaah Agama-agama, tentu mengetahui hadirnya 3-Agama-Semawi di bumi ini. Dan setiap Agama Semawi mengaku menyembah Satu Tuhan (Monotheisme). Selanjutnya, setiap Agama Semawi memiliki Satu Kitab Pegangan masing-masing, yang dianggap Kitab Suci . Dalam urutan pemunculannya dalam sejarah:

  •  Agama Yahudi memegang Kitab-kitab-Musa (Torah), yang memperkenalkan nama YHWH dianggap Yang Maha Tinggi;
  •  Agama Kristen memegang Kitab Perjanjian Baru, berintikan Rekaman Injil (Matius-Markus-Lukas-Yohanes), yang memperkenalkan nama Yesus, Yang menyandang sebagian dari Roh Yang Maha Tinggi; (di dalam Al Quraan direkam dalam logat yang berbeda: Isa).
  •  Agama Islam memegang Kitab Sucinya: Al Quraan, yang memperkenalkan nama Allah, dianggap Yang Maha Tinggi.

Yang paling berkompeten „berbicara‟ dan mengajar tentang Sesembah-an yang bersangkutan, tentu Kitab Suci masing-masing, bukannya Kitab Sejarah atau Pendapat para Ahli! Maka tulisan ini menunjukkan perbedaan ketiga Tokoh itu berdasarkan Tulisan-tulisan yang paling berkompeten itu, Kitab Suci masing-masing, yang harus ditaati, seraya mengabaikan yang lain. Dalam logat umat Muslim:
Kitab Sucimu untukmu, Kitab Suciku untukku!

Yhwh, Yesus atau Allah? (PDF)

Dikala Yesus Menolak Yahweh…

….tentu muridYesus bersikap seperti Rasul Paulus [2Kor.10:5]:
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Yang Maha Pencipta (YMP). Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,…”

Dikala Yesus Menolak Yahweh… (PDF)

Yesus Kristus, Terang Dunia!

Yes.60:1-2 adalah pandangan jauh ke depan mengenai apa yang TUHAN kehendaki terjadi di masa mendatang. Sayangnya ada sedikit kelemahan penterjemahan ke dalam bahasa Indonesia, nampak bila dibandingkan dengan Bible berbahasa Inggris (KJV), di bawahnya. Perkataan di dalam tanda-() adalah perbaikan penterjemahan yang dilakukan, selaras dengan ketajaman pernyataan-pernyataan dalam bahasa Inggris..

[1] Bangkitlah, menjadi teranglah (bersinarlah), sebab terangmu datang,
dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

[2] Sebab sesungguhnya (lihatlah), kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman (gelap-pekat) menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata (akan nampak) atasmu.

[1] Arise, shine; for thy light is come, and the glory of the LORD is risen
upon thee.

[2] For, behold, the darkness shall cover the earth, and gross darkness
the people: but the LORD shall arise upon thee, and his glory shall
be seen
upon thee.

Yesus Kristus, Terang Dunia! (PDF)

Yesus, Raja Maha Esa!

Suatu hari, seorang Kristen mengalami kebingungan ketika menjawab pertanyaan dari seorang Muslim: “Tuhan orang Kristen ada tiga, ya?!”. Meski geram karena „dituduh‟ memiliki „tiga‟ Tuhan, namun orang Kristen tersebut tetap sulit untuk menjawab pertanyaan tadi secara tegas dan singkat untuk meyakinkan orang Muslim tadi bahwa sesungguhnya Tuhannya adalah Esa adanya. Kebanyakan orang Kristen merasa terikat dan tak berdaya untuk menjawab pertanyaan di atas tadi karena sulitnya menjelaskan dogma „trinitas‟, yakni „Tuhan Bapa, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh Kudus‟ yang merupakan „tiga pribadi namun satu‟. Dogma yang sudah sedemikian lama membatin di dalam kehidupan pemimpin dan umat agama Kristen. Langsung atau tidak, ketidakmengertian dalam menjelaskan ke-Esa-an Yesus pada kasus di atas akan berdampak terhadap penginjilan yang dilakukan kepada orang-orang yang membutuhkan keselamatan.

Pembaca budiman, Buku ini akan menjelaskan kepada Saudara ke-Esa-an Yesus sebagai Raja dan Juruselamat manusia, dari sudut pandang atau wawasan Injil Kerajaan Sorga yang diberitakan Yesus [Mat.9:35], bukan dari sudut pandang atau wawasan agama (Kristen).

Yesus, Raja Maha Esa! (PDF)